Jumat, 07 Juni 2013

MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA


A. PENGERTIAN MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA

         Musik tradisional nusantara adalah musik yang berkembang di seluruh kepulauan dan merupakan kebiasaan turun-temurun yang masih dijalankan dalam masyarakat.Musik ini tersebar hampir diseluruh pelosok negeri dan setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda.Musik nusantara lahir,tumbuh,dan berkembang di seluruh wilayah nusantara.Musik nusantara juga mengalami pasang surut seirama budaya setempat.Pasang surut musik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor sbb:
1. Musik tradisional nusantara tumbuh dan berkembang di daerah setempat,sehingga bahasa yang digunakan juga berasal dari daerah tersebut.Oleh karena itu,orang dari darah lain kesulitan memahami isi syairnya.
2.Daerah lain merasa tidak memiliki musik nusantara,melainkan musik tersebut hanya dimiliki masyarakat daerah setempat.
3.Musik nusantara berkembang atau tumbuh seirama dengan konteks sosial budaya setempat.
         Penyebab musik nusantara tidak merata karena masyarakat setempat kurang mendukung atau merespons musik yang ada.Akibatnya,musik daerah kurang populer diberbagai wilayah kepulauan.


B. JENIS MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA DAERAH  JAWA BARAT
 Musik tradisional nusantara selain merupakan kekayaan bangsa,juga menunjukkan identitas suatu daerah.
Di Jawa Barat terdapat beberapa musik nusantara yang tumbuh dan mempunyai ciri khas tersendiri .Keanekaragaman ini dapat dilihat dari instrumen dan lat musik yang digunakan.Musik nusantara yang tumbuh di daerah Jawa Barat antara lain sbb:
(a) Angklung

   Angklung terbuat dari potongan bambu yang dikerat.Cara memainkannya dengan digoyangkan.Setiap angklung terdiri atas dua,tiga,atau empat potong bambu.Berdasarkan sejarahnya angklung berfungsi untuk memeriahkan pesta menuai padi di sawah,mengarak pawai padi sebelum dimasukkan ke lumbung,dan untuk mengiringi upacara adat Sunda.  

(b) Calung
Calung terbuat dari bambu yang dikerat.Teknik permainannya dengan dipukul.Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pentatonis yang berlaras slendro dan berkembang ke laras pelog.Alat musik calung semakin lama semakin berkembang seirama dengan tradisinya.Calung berkembang menjadi berbagai macam,misalnya calung gembang,calung gamelan,dan calung jingjing. 

Arumba diperkirakan sudah ada sejak 1960-an di Provinsi Jawa Barat, dan seperti yang telah diuraikan di atas Arumba merupakan salah satu alat musik yang menjadi ciri khas Provinsi Jawa Barat.
Katanya ditahun 1960-an tersebut terdapat Group Musik yang di pimpin oleh Raden Roesadi atau juga dikenal dengan nama Yoes Roesadi dan beberapa rekannya, mereka menambahkan secara khusus alat musik angklung untuk instrumen ensemblenya.   Pentas demi pentas mereka lakoni dan pada saat mereka sedang menaiki truk untuk mengadakan pentas di Kota Jakarta secara tidak sengaja mereka menemukan ide unntuk memberi nama Group Musik mereka menjadi Group Musik Aruba yang memiliki kepanjangan Alunan Rumpun Bambu.
Kemudian sekitar tahun 1968, Muhamad Burhan di Cirebon membentuk grup musik yang bertekad untuk sepenuhnya memainkan alat musik bambu. Mereka memakai alat musik lama (angklung, calung), dan juga berinovasi membuat alat musik baru (gambang, bass lodong). Ensemble ini kemudian mereka beri nama Arumba (Alunan Rumpun Bambu).
Sekitar tahun 1969, Grup Musik Aruba juga mengubah nama menjadi Arumba, sehingga timbul sedikit perselisihan istilah arumba tersebut. Dengan berjalannya waktu, istilah arumba akhirnya melekat sebagai ensemble musik bambu asal Jawa Barat
Di antara waditranya terdapat seperangkat angklung yang bertangga nada diatonis, karena memang musik arumba ini merupakan perkembangan dari musik angklung yang sudah sejak lama terdapat di Jawa Barat ini.
Terdapat pula gambang dengan berbagai macam fungsinya. Selain menyajikan instrumentalia, musik ini pun dapat mengiringi nyanyian. Lagu-lagu yang di sajikannya bukan saja lagu-lagu yang ada di Jawa Barat saja, yaitu lagu-lagu daerah Jawa Barat, bahkan lagu-lagu pop dan dangdutan pun dapat di sajikan. Juga lagu yang di ambil dari luar daerah Jawa Barat bahklan lagu­lagu asing (barat).
Di pertunjukkan di atas pentas atau di arena terbuka dalam sebuah ruangan. Para pemainnya berdiri, kadang-kadang mereka memperagakan gerakan-gerakan kecil seolah-olah menari atau joged.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar